Sejarah Awal Bumi

image

RINGKASAN SEJARAH BUMI

 

Kala geologi, dipadatkan dalam diagram berbentuk lingkaran jam yang menampilkan panjang relatif kala sejarah Bumi. (keterangan: Mtl = Miliar tahun lalu, Jtl = Juta tahun lalu, s. = sekitar)

 

Pannotia

 


Rekonstruksi benua raksasa Pannotia  (warna kuning)

pada masa 550 juta tahun yang lalu.

 

 

P A N G E A


Pangea adalah benua raksasa terakhir yang ada pada masa 300–180 juta tahun yang lalu. Garis-garis besar benua modern dan daratan lainnya ditunjukkan pada peta ini.

Peta geologi Amerika Utara, kode warna berdasarkan usia.

Warna merah dan pink menunjukkan batuan dari eon Arkean.

 

Pangea (Satu Benua Raksasa)


Pangea adalah benua raksasa terakhir yang ada pada masa 300–180 juta tahun yang lalu.

Garis-garis besar benua modern dan daratan lainnya ditunjukkan pada peta ini.

 

Hipotesis tubrukan besar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

 

Penggambaran Artis tabrakan antara dua benda planet. Seperti dampak antara Bumi dan objek seukuran Mars yang kemungkinan telah membentuk Bulan.

Hipotesis tubrukan besar menyatakan bahwa Bulan terbentuk dari puing-puing yang tersisa dari tubrukan antara Bumi dan benda seukuran planet Mars, sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Objek yang menabrak Bumi tersebut sering disebut Theia yang diambil dari mitos Titan Yunani, yang merupakan ibu dari Selene, sang dewi Bulan.[1][2]

Hipotesis tubrukan besar adalah hipotesis ilmiah yang paling diakui saat ini tentang proses terbentuknya Bulan.[3] Bukti pendukung meliputi: Putaran Bumi dan orbit Bulan memiliki orientasi yang sama,[3] contoh batuan Bulan menunjukkan bahwa permukaan bulan pernah berbentuk cair, Bulan memiliki inti besi yang relatif kecil, kepadatan yang lebih rendah dibandingkan dengan Bumi, bukti tabrakan serupa di sistem bintang lain (yang menghasilkan cakram puing), dan tubrukan besar konsisten dengan teori terkemuka tentangpembentukan tata surya. Akhirnya, rasio isotop stabil yang identik antara batu Bulan dan batu Bumi, yang menyiratkan asal mula yang sama.[4]

Masih ada beberapa pertanyaan tersisa mengenai model terbaik hipotesis tubrukan besar ini. Energi dari dampak tubrukan tersebut diperkirakan dapat memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, namun tidak ada bukti diferensiasi planet yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang tenggelam ke dalam mantel Bumi. Saat ini tidak ada model yang sama yang diawali dengan tubrukan besar dan diikuti dengan evolusi puing-puing nya menjadi Bulan. Pertanyaan yang tersisa lainnya termasuk saat Bulan kehilangan bagian volatil, mengapa Venus, yang juga mengalami tubrukan besar saat proses pembentukannya tidak memiliki bulan yang serupa.

Pada abad ke-20organisme yang ber-evolusi di Bumi berhasil menembusatmosfer dan menatap Bumi dari luar angkasa. Dalam foto tampak astronot Bruce McCandless II sedang melayang di luar angkasa, dalam misi STS-41-B denganpesawat ulang-alik Challenger, tahun 1984.

sumber : wikipedia.org

Sun, 27 Apr 2014 @08:47

Event Tahun 2016

 

Musik Rock Era '70

Luar Negeri

yang populer di

Indonesia

 

Deep Purple

 

klik foto bawah, untuk 

mendengar lagu Deep Purple

 

 

Led Zeppelin

klik foto bawah, untuk 

mendengar lagu Led Zeppelin

 

 

Info terkini :


web stats

 

 

 

Web Site ini dalam

tahap persiapan

 

 

 

Pengunjung :


 

 

Jam    : 14:13


Flag Counter

 

Tanggal Hari ini :

 

 

Jam Hari ini : (Ina wib)


Language Translator :
In Google Menu 

ALWAYS START FROM :
INDONESIA TO : English
Indonesia - English

and the other choice


Google Translation
RSS Feed

Copyright © 2017 NUSWANTORO · All Rights Reserved