Musik Indonesia

Masterpiece Musik Rakyat (Folk) :

Lemon Trees : Leo & Kristi (Musik Perjuangan Rakyat, semangat 45)

Leo Kristi

Foto Dokumentasi (Pribadi) Majalah Musik MG milik Mr. Joko

Uploaded on Jun 21, 2011

kenal...siapa itu leo kristi...
Inilah musikus dari kota pahlawan Surabaya
inilah musikus yang selalu membawakan lagu bertemakan perjuangan dan membangkitkan semangat 45 dan kritik sosial...
inilah musikus yang gemar menyisipkan lagu perjuangan atau lagu/musik daerah di dalam lagunya
inilah juga musikus yang punya langganan tetap untuk manggung di Taman Ismail marzuki atau lebih dikenal dengan nama TIM, setiap tanggal 17 Agustusan
Inilah musikus yang mengatakan bahwa tepi Surabaya jaman dahulu adalah gema nyanyian pahlawan..kini malah menjadi tempat nyanyian wayang (lagu tepi Surabaya)
Penggemar musikus ini biasanya dari kalangan anak disekitar teateran atau orang yang jiwanya masih punya semangat perjuangan kemerdekaan dan semangat 45 atau penggemar musik berkarakter...
Inilah mungkin lagu yang orang orang banyak kenal..dari Leo Kristi ini...Gulagalugu Suara Nelayan..lihat bagaimana lagu tanduk majeng (madura ) disisipkan dengan pas pada lagu ini.

Posted by : Kanal kheeDeeJay

 

Leo Imam Sukarno atau lebih dikenal dengan nama Leo Kristi (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 8 Agustus 1949; umur 64 tahun) adalah musisi pengelana yang amat menikmati karier musiknya di jalanan. Rekan-rekannya (sudah almarhum) seperti Gombloh atau Franky Sahilatua memilih untuk “mendarat” di satu tempat, meski secara karya, rekan - rekannya itu tetap bersuara lantang tentang alam, cinta atau sosial. Ikut mendirikan satu grup musik beraliran rock progresif bernamaLemon Trees bersama Gombloh dan Franky, Leo Kristi merasa menemukan “pengembaraan” musikalnya lewat perjalanan panjang menjelajah Nusantara. Setelah memisahkan diri dari Lemon Tree's, Leo Kristi lebih suka tampil memakai jubah hitam diatas panggung.

Balada adalah ciri khas dari hampir seluruh musik yang diciptakannya.

Pendidikan

Leo memasuki dunia Sekolah Dasar pada tahun 1961 di SD Kristen Surabaya. Setelah itu ia memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 1964. Pada masa ini Leo juga masuk ke Kursus Musik Dasar oleh Tino Kerdijk. Sekolah dilanjutkan di SMA Negeri 1 Surabaya pada tahun 1967. Ia sempat berkuliah di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya pada tahun 1971. Ia tidak menyelesaikan kuliahnya, namun di sinilah ia bertemu Gombloh dan mengawali karier sebagai pemusik keliling (trubadur).

Dunia musik


Di SMP pula ia mendapat sebuah
 gitar dari ayahnya. Lalu, ia masuk kursus Tino Kerdijk, Direktur Sekolah Musik Rakyat di Surabaya. Untuk menyanyi ia belajar pada Nuri Hidayat dan John Topan. Ia juga pernah kursus gitar pada Poei Sing Gwan dan Oei Siok Gwan. Dua orang gitaris yang diakuinya cukup memberi pengaruh musik. Di SMAN 1 Surabaya, ia tidak lepas dari kewajiban berbaris dan ikut menyanyikan lagu-lagu perjuangan di bawah Tugu Pahlawan. Ia juga bergabung dalam band sekolah beraliran rock n' roll bernama "Batara" yang beranggotakan teman-temannya dari SMA: Ratno, Karim, Soen Ing, John Kotelawaka, Andre Muntu, dan Harry Darsono (kini menjadi desainer nasional). Mereka kerap kali mereka menyanyikan lagu-lagu milik The Beatles dan namanya cukup terkenal untuk sebuah band lokal Surabaya.Musik adalah dunia yang dikenalnya sejak kecil. Leo kecil menyimak setiap irama yang dimainkan tiap subuh oleh ayahnya, Raden Ngabei Iman Soebiantoro, seorang pensiunan pegawai negeri yang juga merupakan seorang musisi. Sejak kecil, Leo Kristi aktif dalam kegiatan menyanyi di gereja, bagian dari kegiatan sekolah dasarnya, meskipun ia sendiri muslim. Leo waktu itu sekolah di SD Kristen, Surabaya pada tahun 1961. Ia berkata bahwa musik baginya sahabat, menyambut nyanyian sebagai kecintaan.

Di kalangan wartawan, Leo adalah sosok yang sulit dicari, namun bisa tiba-tiba muncul dan menggelar konser. Sebelum dikenal sebagai musisi, pria yang logat jawa timurannya masih sangat kental ini pernah menjadi penjual buku Groliers American Books dan karyawan pabrik cat Texmura. Leo juga pernah menjadi penyanyi di restoran "China Oriental" dan "Chez Rose" (1974-1975) dan menyanyi di LIA dan Goethe Institut Surabaya.

Musik Leo, yang lahir atas nama grup "Konser Rakyat" Leo Kristi (KRLK) — semula bersama Naniel, Mung, dan penyanyi Tatiek dan Yayuk, lantas mengubah barisan dengan anggota Ote, Komang, Cok Bagus, dan penyanyi kakak beradik Yana dan Nana van Derkley, selain Mung yang masih tetap menyenandungkan balada, semangat cinta bangsa, dan kisah-kisah rakyat. Grup ini lebih banyak menyanyikan lagu-lagu dalam genre folk, country, dan didukung dengan lirik-lirik yang puitis. Hampir tak pernah absen dalam beberapa kali pementasan memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Taman Ismail Marzuki Jakarta, grup Leo juga menelurkan beberapa album. Album KRLK yang sekarang menjadi barang langka adalah Nyanyian Fajar (1975), Nyanyian Malam (1976), Nyanyian Tanah Merdeka (1977), Nyanyian Cinta (1978), Nyanyian Tambur Jalan (1980), Lintasan Hijau Hitam (1984), Biru Emas Bintang Tani (1985) yang gagal beredar, Deretan Rel Rel Salam Dari Desa (1985, aransemen baru), (Diapenta) Anak Merdeka (1991), Catur Paramita (1993) dan Tembang Lestari (1995, direkam pada CD terbatas). Yang terakhir album Warm, Fresh and Healthy (diluncurkan 17 Desember 2010) Bagi grup beliau (?), rekaman konon lebih merupakan paket dokumentasi perkembangan musik mereka.

Kegembiraan yang dihadirkan oleh Leo Kristi dengan gitar bolong di pangkuannya memang melenakan, sekaligus mengharukan. Musikus balada lainnya seperti Franky Sahilatua, Iwan Fals, dan Doel Sumbang telah dengan sadar berdamai dengan pasar sehingga secara finansial lebih dari berkecukupan. Leo Kristi tetap setia makan babi panggang karo, menggelandang dan bersentuhan langsung dengan kehidupan rakyat jelata dalam proses kreatif penciptaannya. Maka, dengan lagu balada yang sarat dengan RASA NASIONALISME dan lirik patriotisme dan cinta, ia tetap menggelorakan semangat juang.

Leo Kristi dengan Konser Rakyat-nya, ternyata mempunyai penggemar, yang nyaris men-tradisi (selain seumuran dengan Leo juga terus mengikuti dengan aktif berkontribusi hingga kini), yang tergabung dalam sebuah komunitas dengan nama 'LKers'. Komunitas Pecinta Musik Konser Rakyat Leo Kristi (LKers) dibuat oleh dan untuk penikmat karya legendaris pemusik troubadour Leo Kristi yang terekam dalam sejumlah album Konser Rakyat Leo Kristi (KRLK).

Last updated on January 12, 2014 by 

Halaman ini dibuat karena sepertinya belum ada situs yang mengumpulkan syair lengkap lagu-lagu Konser Rakyat Leo Kristi. Jika pun ada, semoga saja masih bermanfaat sebagai referensi tambahan. Dokumen aslinya ada dalam format Word, lengkap dengan daftar isi berdasarkan urutan abjad, serta pembagian suara pria dan wanita.

Dari seluruhnya 93 lirik lagu di bawah ini, disajikan juga tautan video dari Youtube koleksi Albert GoGamawan WaloeyoIim Ibrahim, dan beberapa pengunggah lainnya, baik yang dinyanyikan Leo Kristi sendiri, maupun olehLKers, sebutan bagi kelompok longgar yang menggemari lagu-lagu Konser Rakyat Leo Kristi, serta penggemar lainnya.

Video dari Youtube dibuat dalam bentuk playlist, dimaksudkan untuk mendokumentasikan semua video yang ada untuk lagu itu, baik yang dibawakan oleh KRLK, Leo Kristi sendiri, maupun penggemarnya. JUMLAH VOTE masing-masing video MENENTUKAN URUTAN video, yang akan diperbarui secara berkala.

Semoga video di Facebook atau yg masih disimpan di DVD atau di komputer bisa juga diunggah di Youtube, sehingga semuanya bisa didokumentasikan.

 

1. Allayaya Panji-panji Datang dan Pergi

Album: Nyanyian Tambur Jalan

Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya, allayaya, allayaya,
Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya,

Bulan purnama di tepi kota, di sisi bongpay marmar tua
Nyata perputaran siang dan malam, batas gelap berjalan pasti
Lagi berkali lagi seperti, kau dan aku dan dunia ini
Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya, allayaya, allayaya,
Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya,

Bulan purnama di tepi kota, aaaa, di sisi bongpay marmar tua, aaaa
Nyata perputaran siang dan malam, aaaa, batas gelap berjalan pasti, aaaa
Lagi berkali lagi seperti, aaaa, kau dan aku dan dunia ini aaaa
Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya,
Allayaya, allayaya, allayaya,

Di sini pernah disemayamkan, lalu dibongkar lagi
Yang nyata tiada, batasnya sehati, nyata dan tiada: “Kasih”
Yang nyata tiada, batasnya sehati, nyata dan tiada: “Kasih”
……………………
Laa aaaaa aaaaaa aaaaaaaaaaaaa

Di simpang lonceng kami menangis, sekalipun tiada air mata
Hampir tengah malam ketika, bulan telungkup awan hitam
Gadis kecil terlentang sepi, bersamaku dan bintang-bintang

Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya, allayaya, allayaya
Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya

Di sini pernah disemayamkan, Lalu dibongkar lagi

{Yang nyata tiada Batasnya sehati Nyata dan tiada Kasih} 4x
Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya, allayaya, allayaya,
Allayaya, allayaya, allayaya, allayaya

2. Anna Rebana

Album: Nyanyian Cinta
Lihat Video

Pada malam penuh bintang-bintang,
Setelah lewat perahu tambang, keranjang kobis, daun pisang
Lorong becek setelah tutup pasar,
Berdiri Anna, lelakinya dan rebana

{Anna o Rebana, Anna Anna Rebana} 2x
Kujumpa kau penari sombong, Lelakimu bersandar di tiang bedak
Kau dalam gaun merah tipis, menarikan rebana
Sambil kau gerai rambutmu yang panjang

{Hanya kau dan dia, Anna Anna rebana} 2x
Dan aku teringat pada isteriku,
Saat2 kebersamaan jelang tidur malam
Menarikan nyanyian cinta berahi, lewat gaun tidurnya yang putih

{Debar rinduku debar Debar rinduku padanya} 2x
Komedi kera di pasar malam, seperti cermin hidup hari ini
Burung punuk menunggang kera, kera menunggang kuda
Lecut panjang si pawang muda

Tapi tidak bagi si Anna, bersama lelakinya dan rebana
Laju-laju di sepeda tua, tertawa kecil juga
Dalam canda diri cerita lama:

Ya, tepi pedesaan gersang, sore lengang, saat bocah bermain layang2
Perawan Anna lelap di surau, sambil menghisap ibujari di mulutnya yang lebar

Manakala angin bertiup seiring suara adzan, Rebana hilang
Anna terbangun ulah bocah lancang
Yang berbisik kepadaNya dalam isak tangis

Dan ketika hari mulai gelap
Seorang lelaki dengan genggam tangannya yang berat dan kuat
Mengulurkan sebuah rebana seraya berkata:

Kau,
Dalam seluruh waktu lewat hidupmu
Mainkanlah ini bagi Dia
Yang mempertaruhkan segalanya bagimu
Berbahagialah kau Anna

Allah Hu’akbar
La’illaha ilAllah

Dan aku teringat pada isteriku
Saat-saat setelah suara adzan petang
Kami duduk berhadap-hadapan
Dengan senyum memandang ke depan

{Anna o rebana, Anna Anna rebana} 3x

3. Baptis Theresia

Album: Nyanyian Cinta
Lihat video

Salam bahagia teguhlah iman, pada nama baptismu
Nama Bapa Putera dan Roh Kudus
Bapa Putera dan Roh Kudus, Amien

Lewat kegelapan gaun panjangmu
Dalam kerudung putih imanmu
Engkau jadi nampak teduh; Pada Dia yang Agung
Pada kesucian sangka kala hari megah
{lalalala lalalala lalalla la} 3x

Aku mendekap cintamu Theresia
Seakan dentang lonceng Kathedral tua
Terdengar dalam hujan angin lama
Sedang aku berdiri di luar sana
Oh, sendiri dalam airmata bahagia
{lalalala lalalala lalalla la}

Aku mendekap cintamu Theresia
Seakan dentang lonceng Kathedral tua
Terdengar dalam hujan angin lama
Sedang aku berdiri di luar sana
Sendiri dalam airmata bahagia

Kutuliskan namamu o kutuliskan namamu lewat putera lelakiku
Kutuliskan namamu o kutuliskan namamu lewat putera lelakiku hmmmm,
{haa haa haa haa haa haha, hahaaa} 2x
{Hahahaha.. hahahaha… hahahaha… hahahaha…} 2x

4. Bedil Sepuluh Dua Jelang Empat Puluh Tahun Merdeka

Jelang Empatpuluh Tahun Merdeka
Album: Nyanyian Tambur Jalan
Lihat video

Hongiya hong iya aaa aaaa aaa hong
Kubeli bedil sepuluh dua,
Di jalan pulang Surabaya
{Tidak untuk menembakmu, bung!} 2x
Peringatan dalam diam,
tidak satu lelap di sini

Jelang empatpuluh tahun merdeka,
malam lebih dingin dari biasa
Sreek sreek sreek tatak tatak tatak
Sreek sreek sreek tatak tatak
Suara penyapu jalan, berpadu dengan kereta

Uiiiii iiiiii iiiiiii

Berjanjilah dalam janji
Di perjalanan semakin sukar ini
Berjanjilah dalam janji
Hati semakin tegar

5. Beludru Sutera Dusunku

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Banyak pohon tropis berjajar
Padang rumput yang menghijau
Kebun mawar merah mengharum
Basah dengan pancuran air segar

Semua impian beludru
Sutera dusunku
Sentausalah negeri
Bahagia dusunku
[musik]

Jembatan kayu cantik mungil
Air sungai yang jernih dingin
Dentang lonceng gereja sayup
Bagai musik yang sengit semarak

Semua impian beludru sutera dusunku
Sentausalah negeri; Bahagia dusunku
[musik]

{Aaaaaaahhhhh aaaaaa} 6x
[musik]

6. Bencana Tanah Negara

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Di sana, Gempa,
Membuat sengsara, rakyat

Tanah, Negare
Penuh dengan puing-puing

Rumah-rumah roboh
Sekolahnya roboh
Bertumpuk menjadi puing

{Yaaaaaa Allah} 2x
Yaaaaaa Allah

Rintihan-rintihan
Merah pun tergenang
Ulurkanlah tangan
Lihat saudaramu menderita
Penuh luka

Bencana (16x)
Tanah Negare
Tanah Negareeeee
[musik]

Hiiiii, hiiiiiii
[musik]

7. Bintang Pelangi

Album: Anak Merdeka
Lihat video

Hai bintang pelangi
Salib hati selamat pagi
Di sini nurani dipakukan hari-hari
Di sana tangga direntangkan
Lewat titik embun pagi
Lewat segala remuk redam
Lagi terkasih selamat jalan

Hai bintang pelangi
Salib hati selamat pagi
Di sini nurani dipakukan hari-hari
Di sana tangga direntangkan
Lewat titik embun pagi
Lewat segala remuk redam
Lagi saudara selamat jalan

Bintang pelangi 8x

8. Biru Emas Bintang Tani

Album: Biru Emas Bintang Tani
Lihat video

Nemoscapa nemecapa rindik umba
Susuvu topeduta suasuvu topeduta
Iyo iyo maina marinemo

Siapa bilang tidak kurindu Kurindu juga tetapi jauh
Siapa bilang tidak kucinta Kucinta juga tetapi jauh

Kesungguhankah yang merangkai kau?
Masa ke masa, anggun biru emas bara unggun
Diatasnya terjerang hitam belanga
Tak dapat ditukar mata uang, berapakah?
Berapakah, kah, kah, kau?

Duduk di mata air Duduk kau mengalir
Di sela sela akar akar tua
Beri aku sri ratu, beri aku ibu presiden
Menahan sejuk air yg menggayut hati akar akar gayam

Tetes demi tetes, air mata titik
Tetes demi tetes, keringat kutiti
Tetes demi tetes, air mani titik
Tetes demi tetes, darahk kutiti kutiti kutiti

Sesuap berlian membakar jerami
Biru emas – biru emas bintang tani
Biru emas – biru emas dirgahayu ibu negeri

Sesuap berlian membakar jerami
Biru emas – biru emas bintang tani
Biru emas – biru emas dirgahayu ibu negeri

9. Bra-bra Desember

Album: Nyanyian Tambur Jalan

{Bra bra bra bra bra, bra bra bra bra bra bra} 3x
Bra bra bra bra bra, bra bra bra bra bra bra aaaaa aaa

Di luar hujan telah lama turun, dari balik buram kaca jendela
Tak dapat kulihat apa-apa, selain bayangan warna warni
Lampu-lampu natal, hmmm, lampu-lampu natal

Hei dik, sepasang wangwung di lubang kunci
Hei dik, getar sayapnya ke hatiku
{Bra bra bra bra bra, bra bra bra bra bra} 4x

Angin bertiup mendayu-dayu, daaaayuuuu
Bergoyang-goyang nyala lilin biru
Hanya bayangan dirimu terpaku
Di balik terang nyala lilin

Tatap, senyum, lembut, hmmm tatap, senyum, lembut

Hei dik, suara lonceng di pundakku
Hei dik, gaungnya lebur ke hatiku
[ulangi dari ke atas sampai ke bawah]

{Dayu dayu, daaaayuu} 2x

10. Bulan Separuh Bayang

Album: Nyanyian Tambur Jalan
Lihat video

{Bulan separuh bayang} 2x
Mulai tertutup awan
{Bulan separuh bayang} 2x
Mulai tertutup awan

Belahan hatiku katakan, kita tak-kan berhenti
Tegak di sini nyatakan, teguhlan cinta suci

Putra-putra pertiwi, jiwa petani sejati
Kaki-kaki sendiri, guratan sedalam hati-ti-ti-tii

Sujudku, pada tanah kotor negeri ini
Di mana kau dan aku dibesarkan ibu

Rumah putih berawan hitam, di mana kau dan aku dilahirkan
Tiada alas tidur selain tangan penuh kasih

Rumah putih, rumah putih, berawan hitam,
di mana kau dan aku dilahirkan
Tiada alas tidur selain tangan penuh kasih

{Bulan separuh bayang, bulan separuh bayang
Mulai tertutup awan} 6x

Bulan separuh bayang 7x 

Sumber : 

http://thearoengbinangproject.com/blog/lirik-lengkap-konser-rakyat-leo-kristi/

 

Gombloh (sekar mayang, album Jawa), Posted by : Jrink Htf

 

Franky & Jane (musim bunga) Posted by : Bang Jadoel Adi

 

Harry Roesli (Opera Ken Arok)

 

Remy Sylado (Album Bromocorah) Bromocorah & Putrinya - Remysylado

 

Mogi Darusman (Aje Gile)

 

Iwan Fals (Oemar Bakri, guru)

 

Tom Slepe (Album Kere) Posted by : gunwekk (langgam.com)

 

Masterpiece Musik Remaja (Progresive) :

Prambors LCLR 1977

Prambors LCLR 1978

Fariz RM

Chrisye

Berlian Hutauruk

 

Masterpiece Musik Rock Indonesia :

Sebelum God Bless (Ahmad Albar) awal vocalist The Clover Leaf (Belanda)

Time Will Show - CLOVER LEAF ( ACHMAD ALBAR)

Posted by : P'Dhede Tjiptamas.wmv

 

God Bless (Duo Kribo : Dunia Panggung Sandiwara) Aka (Apotik Kali Asin) sebuah nama apotik dahulu ada di jalan kali asin, Surabaya.poted by : Kanal kheeDeeJay

 

The Rollies (Kemarau), Posted by : Ikyu Stones

 

Black Brothers (Hari Kiamat) Original, Posted : Marudut Sitanggang

 

Masterpiece Musik Ost :

Ratapan Anak Tiri

Pengantin  Remaja

Badai Pasti Berlalu

 

Masterpiece Pop Indonesia Solo/Duet :

Bing Slamet

Benyamin Syuaib

Titik Puspa

Muchsin & Titik Sandhora

 

Masterpiece Pop Group Band :

Koes Plus

D'Lloyd

Panbers

Favourites

Mercy's

 

 

 

Thu, 24 Jul 2014 @18:06

Event Tahun 2016

Musik Rock Era '70

Luar Negeri

yang populer di

Indonesia

 

Deep Purple

 

klik foto bawah, untuk 

mendengar lagu Deep Purple

 

 

Led Zeppelin

klik foto bawah, untuk 

mendengar lagu Led Zeppelin

 

 

Info terkini :


web stats

 

 

 

Web Site ini dalam

tahap persiapan

 

 

 

Pengunjung :


 

 

Jam    : 14:13


Flag Counter

 

Tanggal Hari ini :

 

 

Jam Hari ini : (Ina wib)


Language Translator :
In Google Menu 

ALWAYS START FROM :
INDONESIA TO : English
Indonesia - English

and the other choice


Google Translation
RSS Feed

Copyright © 2017 NUSWANTORO · All Rights Reserved